Sulsel Butuh Rp16 M Buat Irigasi Embung (23 Mei 2010)

Makassar (Sindo). Sulsel membutuhkan sedikitnya Rp16 miliar untuk pembuatan irigasi embung yang rencananya akan dibuat sepuluh buah di setiap kabupaten/kota.
”Kami sudah membuat proposal dan mengajukannya ke pusat untuk diberikan dana, kami berharap ada alokasi dana dari APBNP untuk pembangunan 240 embung ini,” ungkap Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Sulsel Hermanto yang dihubungi Seputar Indonesia (SI), kemarin.

Menurut Hermanto, jika anggaran tersebut telah cair, pihak pemerintah provinsi akan memberikannya dalam bentuk bantuan sosial kepada kelompok-kelompok tani di setiap daerah.

Namun, Hermanto belum bisa merinci kapan hal tersebut akan terealisasi. ”Kami berharap segera mendapat alokasi pada APBNP tahun ini, secepatnya jika dananya cair akan diserahkan dengan pola bantuan sosial,”jelas Hermanto.

Setiap kelompok tani, kata Hermanto, nantinya akan membuat sendiri irigasi embung tersebut berdasarkan kebutuhan di kelompok atau daerahnya.

Setiap irigasi embung yang berupa bak penampungan ini, nantinya akan mampu mengaliri 20–40 hektare sawah. Bak irigasi ini akan berisi air dari berbagai sumber termasuk air hujan.

Irigasi embung sendiri, kata Hermanto, memiliki beberapa ukuran mulai dari 10 meter x 10,10 meter x 20 meter dan 20 meter x 20 meter.

Untuk irigasi embung paling kecil dengan ukuran 10 meter x 10 meter dibutuhkan dana sekitar Rp50 juta. Jika program tersebut mampu terealisasi, sekitar 190.000 hektare lahan persawahan bisa panen dua kali dalam setahun. Meski masih menunggu anggaran dari pusat, pihak pemerintah provinsi sendiri sementara sedang membangun irigasi embung di setiap daerah.

”Sekarang sementara dalam tahap pembangunan juga di setiap kabupaten/kota satu embung, setiap embung menelan biaya sekitar Rp50 juta,” ungkap Hermanto.

Program ini juga merupakan program dari pemerintah pusat.

Sebelumnya, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Sulsel Lutfi Halide mengatakan, saat ini baru sekitar 250.000 hektare lahan persawahan di Sulsel yang beririgasi, sisanya, menurut Lutfi, dominan masih merupakan sawah tadah hujan.

”Jika irigasi embung ini sudah ada,kami bisa tingkatkan produksi dan petani bisa memanen dua kali padi bahkan bisa sekali palawija setahunnya,” kata Lutfi.

Dijelaskannya, saat ini masih ada sekitar 337.000 hektare dari sekitar 587.000 hektare lahan persawahan di Sulsel yang belum tersenutuh irigasi. Irigasi embung ini juga, lanjut Lutfi, diharapkan dapat meningkatkan volume produksi petani dalam satu kali panen.

Halide mengakui, saat ini petani baru mampu menghasilkan rata-rata 6 ton per hektare. Padahal, berdasarkan uji coba pada lahan percontohan, petani bisa mendapatkan sampai 13 ton per hektare.

”Kami berharap, Pemerintah Pusat segera mengalokasikan dana untuk pembuatan irigasi embung ini agar produksi kami bisa lebih ditingkatkan lagi,”katanya. (jumardin akas)

Sumber:http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/326171/