Tak Ada Tenaga Medis, Warga Berobat di Manado. Puskesmas Bunaken Kosong (10 Maret 2010)
Manado (Manado Post). Sungguh ironis. Kala Bunaken sangat dikenal dengan segala keindahannya dan menjadi ‘menu utama’ untuk dijual ke para wisatawan, warga Bunaken belum menikmati fasilitas yang memadai sesuai nama besarnya. Fasilitas kesehatan saja tidak ada di pulau yang dikenal dengan terumbu karangnya itu. “Di sini tidak ada fasilitas kesehatan. Memang ada Puskesmas tapi tidak ada tenaga medis,” ungkap Ny
Fadi, warga setempat.
Lokasi pembangunan Puskesmas itu pun dirasa tidak efektif karena tidak dibangun dekat pemukiman penduduk, melainkan di Taman Laut
yang notabene adalah areal bisnis. Lurah Bunaken, Wolter Panontongan, membenarkan keluhan warga tersebut. Sebagai perpanjangan tangan
pemerintah, dia mengaku sudah berkali-kali meneruskan persoalan tersebut ke DPRD. “Sudah berkali-kali saya sampaikan saat hearing
dengan Komisi A, tapi sampai sekarang tidak ada tindaklanjutnya,” kata lurah yang sudah tiga tahun bertugas di daerah kelahirannya itu.
Mengenai puskesmas di kelurahan tersebut, diakuinya memang tidak strategis dan tidak berfungsi. “Sudah pernah saya tanyakan, kenapa tidak
didirikan di kampung, dan katanya untuk turis. Padahal, pernah kejadian, waktu warga setempat sakit, malah orang bule yang memberikan
obat,” ujarnya.
Selama ini, untuk berobat warga Bunaken harus pergi ke Manado. Itu pun, mereka harus ke Tongkaina, karena Puskesmas Bunaken berada di
sana. “Kalau bisa, Puskesmas untuk warga Bunaken dibangun di daerah Karame sehingga warga dari Bunaken tidak perlu ke Tongkaina lagi.
Soalnya, mereka turun di Kali Jengki, harus naik angkot ke Tuminting, trus dari Tuminting, sambung lagi angkot ke Tongkaina. Coba kalau
dipusatkan di Karame, begitu turun dari kapal, sudah dekat. Kalau harus ke Tongkaina, orang sakit bisa tambah sakit sebelum mendapat
perawatan dan pengobatan,” tandasnya.
Karena itu, dia berharap agar hal ini menjadi perhatian pemerintah, dan bisa ditindaklanjuti dengan menugaskan tenaga medis ke Bunaken.
“Mungkin persepsi mereka, Bunaken adalah ‘tempat buangan’. Padahal, kalau mereka sudah berbaur dengan warga di sini, warga sangat
sukarela memberikan sumbangan seperti untuk lauk sehari-hari. Sebenarnya di sini tidak susah, cuma opini yang terbentuk sepertinya sudah
seperti itu sehingga mereka enggan bertugas di sini,” sesalnya didampingi Camat Bunaken, Heri Saptono, kemarin (Selasa, 9/3) di Taman
Laut. (gyp)
Sumber:http://mdopost.com/
