Maros Masih Butuh Ribuan Tenaga Guru (9 Maret 2010).

Maros (Sindo).  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros masih membutuhkan 1.000 tenaga guru untuk memenuhi sekolah-sekolah yang ada di Maros. Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Diklat (BKDD) Kabupaten Maros Ibrahim Dachlan mengatakan, kebutuhan tenaga guru itu didominasi untuk mengisi kekosongan di wilayah pelosok Maros. Sebab,tenaga guru di wilayah Kota Maros sudah dianggap maksimal. ”Di Kota Maros,kebutuhan guru tidak terlalu banyak,tapi di pelosok dan daerah pedalaman memang membutuhkan banyak tenaga guru, terutama tenaga guru yang berkualitas untuk peningkatan kualitas pendidikan,”ujarnya kemarin.

Saat ini daerah pelosok memang kekurangan tenaga pengajar karena banyak guru yang merangkap mengajar di beberapa kelas, padahal hal tersebut tentu tidak baik untuk perkembangan siswa. Dia mencontohkan,banyak guru di daerah pelosok yang menjadi guru di dua kelas secara bersamaan.

Padahal, belum tentu guru bisa memantau perkembangan akademik semua siswa dalam satu kelas, apalagi kalau sudah dua kelas. Disinggung kurangnya perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan guru yang mengabdi di pelosok, dia mengatakan, hal tersebut sudah menjadi risiko pekerjaan tenaga guru.Sebab,sebelum mendaftar, seorang guru harus bersedia ditempatkan di mana saja.

Namun,sejak beberapa tahun lalu, dalam penerimaan CPNS,semua tenaga guru dialokasikan ke daerah pelosok. ”Tentu pemerintah tetap memperhatikan, tapi semua tergantung kondisi keuangan kalau keuangan daerah. Kalau memungkinkan pasti akan diberikan tunjangan untuk meningkatkan kesejahteraan guru,”ungkapnya.

Selain masih membutuhkan ribuan tenaga guru, Pemkab Maros juga masih membutuhkan tenaga kesehatan yang juga akan ditempatkan di puskesmas-puskesmas di pelosok. Meski tidak sebanyak tenaga guru, tenaga kesehatan yang dibutuhkan juga besar.

Sementara itu, Kepala Bidang Kepegawaian BKDD Maros Muh Alwi menambahkan, untuk penerimaan CPNS 2010,BKDD saat ini masih menysun draf usulan kebutuhan tenaga PNS. Setelah itu baru akan dibahas dan masih belum dikirim ke Badan Kepegawaian Negara (BKN). ”Kami berharap Maros mendapatkan banyak kuota untuk kebutuhan pegawai tahun ini,”tandasnya. (najmi s limonu)

 Sumber;http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/309564/