Anggaran tak Ada, Jalan Terbengkalai. DPRD Sulsel Janji Kawal Hasil Musrenbang Enrekang (10 Maret 2010)
Enrekang (Berita Kota Manado). Hingga saat ini masih banyak program pembangunan yang terbengkalai di Kabupaten Enrekang. Khususnya pekerjaan jalan.
Seharusnya proyek tersebut dilaksanakan tahun lalu. Namun karena terbatasnya anggaran, kegiatan tersebut sulit ditindaklanjut.
Pengakuan itu disampaikan Bupati Enrekang, H La Tinro La Tunrung pada pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang)
tingkat kabupaten di Ruang Pola Kantor Bupati, Selasa (9/3). Kegiatan ini dihadiri anggota DPRD Sulsel, yakni Hj Misriani Ilyas, A Nawir dan
Hasanah Lawang.
Selain persoalan anggaran, terhambatnya program itu, menurut La Tinro akibat kurangnya sumber daya di daerah ini. ””Anggaran yang ada
boleh dikatakan hanya habis untuk belanja pegawai. Untungnya ada program provinsi sehingga dapat menutupi kebutuhan-kebutuhan
masyarakat,” terang Tinro.
Olehnya itu, dia sangat berharap agar wakil rakyat, khususnya dari DPRD Provinsi dapat membantu menyukseskan program-program yang ada
di Bumi Massenrempulu.
Pada kesempatan itu, Tinro juga mengungkapkan jika program pengembangan sapi yang ada di Bumi Massenrempulu cukup baik. Olehnya itu,
pihaknya berharap agar pusat pengembangan sapi milik provinsi yang ada di Kecamatan Maiwa, agar diserahkan ke daerah untuk
pengelolaannya.
Sebab dari pengamatannya selama ini, di tempat itu bukannya terjadi pengembangan sapi di tempat tersebut, tapi justru semakin berkurang.
Bahkan saat ini, sebagian sapi yang ada di dalamnya telah terserang penyakit brucella.
Menanggapi harapan Bupati, anggota DPRD Sulsel, Hj. Misriani Ilyas berjanji akan mengawal hasil musrenbang Kabupaten Enrekang. “Kami
dari DPRD provinsi berkomitmen untuk tetap terus melakukan pengawalan terhadap hasil musrenbang di dapil enam ini,” kata Misriani usai
acara.
Misriani bersama A Nawir dan Hasanah Lawang, juga berjanji akan memperjuangkan kebutuhan pembangunan di Enrekang. Termasuk
keinginan pemerintah daerah untuk mengambil alih pengelolaan tempat pengembangan sapi di Kecamatan Maiwa.
“Insya Allah, kita akan perjuangkan apa yang menjadi kebutuhan daerah. Termasuk mendukung program unggulan di Enrekang,” janjinya.
Diakuinya, sampai saat ini masih ada keluhan daerah yang masih minim dari segi infrastruktur. Karena itu, kata Koordinator Kaukus Parlemen
Perempuan Dapil VI ini, akan melakukan komunikasi tingkat provinsi agar tetap mendapat anggaran yang maksimal.
Sumber:http://www.beritakotamakassar.com/index.php?option=read&newsid=40034
