2009, Realisasi Rp 223 M. KUR Alergi Sentuh Petani (10 Maret 2010).
Manado (Manado Post). Sasaran skim Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Sulut lebih mengarah ke sektor perdagangan, hotel dan restoran dibanding sektor pertanian.Bank yang ditunjuk pemerintah menyalurkan sekira 50 persen ke sektor PHR. ‘’Amat kecil KUR untuk sektor pertanian, hanya 10 persen dari total KUR,’’tandas Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sulut Robby Assah.
KUR yang disalurkan di Sulut hanya Rp 223 miliar kepada 28.578 debitur. ‘’Dibanding KUR nasional, penyaluran KUR hanya mencapai 1,35%.,’’tandasnya.
Laporan Bank Indonesia Manado, hingga triwulan IIII 2009, bank penyalur KUR terbesar dipegang BRI yakni 64% dari total dana KUR.
Tahun ini kata Assah pemerintah menargetkan dana KUR untuk bank umum sekira Rp20 triliun. Sementara untuk kuota seluruh Bank Pembangunan Daerah ditargetkan Rp13,3 triliun. ‘’Kami berharap bank di Sulut lebih menambah volumenya,’’harapnya.
Beberapa bank penyalur mengakui ada hambatan dalam pengembalian KUR. Banyak debitur yang menganggap dana tersebut hibah dari pemerintah yang tak perlu dikembalikan.’’Ada salah informasi kepada masyarakat,” kata Elison Sigarlaki dari Kanwil BRI Manado.
Di BRI, KUR yang telah disalurkan sebesar 121 miliar kepada 27.977 debitur. Di BNI, Rp47 miliar, dan Bukopin 11,3 miliar. Sementara untuk Bank Sulut baru akan disalurkan tahun ini, sekira Rp15 miliar.
Asisten II Setdaprov Sulut Gemmy Kawatu bersama Karo Perekonomian Adry Manengkey meminta agar perbankan rutin memberikan data kepada Bank Indonesia. Demikian hasil rapat yang dihadiri Pemimpin BI Manado Ramlan Ginting. (syl/ham)
Sumber;http://mdopost.com/
