Penghargaan Menumpuk, IPM Pangkep Menurun, Catatan Empat Tahun Kepemimpinan Bupati Pangkep, Oleh Syafrudin Nur (10 Agst 2009)
Pangkep (Fajar). Belasan penghargaan berhasil diraih Pangkep di bawah kepemimpinan Bupati Syafrudin Nur selama empat tahun. Ironisnya, dalam dua tahun Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Pangkep atau Human Development Index justru menurun.
WAJAH ceria terpancar dari raut, Syafrudin Nur, saat berbicara di depan unsur pimpinan SKPD dan puluhan pegawai dalam perayaan empat tahun kepemimpinan dia di Lapangan Kantor Bupati Pangkep, Kamis, 6 Agustus. Bupati Maros Andi Nadjamuddin Aminullah hadir dan mengucapkan selamat.
Program gratis yang meliputi sembilan elemen di antaranya pendidikan, kesehatan, akta kelahiran, KTP gratis, kartu kuning gratis, dan PBB di bawah 20 ribu gratis pun disosialisasikan. Program tersebut dinilai sebagai sebuah keberhasilan.
Selama kepemimpinannya, Syafrudin berhasil memberikan kemudahan dalam mengecap pengetahuan di bangku sekolah. Daerah penghasil ikan bandeng itu bahkan menjadi daerah pertama yang memberlakukan pendidikan gratis di Sulsel. “Hanya pakaian sekolah dan transportasi saja yang sampai hari ini belum digratiskan, selebihnya gratis,” beber Syafrudin.
Perda pendidikan dan kesehatan gratis inisiatif pemerintah kabupaten pekan depan juga siap disahkan DPRD Pangkep. Di bidang kesehatan, beberapa puskesmas kecamatan disulap setara dengan pelayanan rumah sakit kamar kelas tiga. Beberapa ambulans disediakan gratis untuk antar-jemput pasien.
“Masyarakat tinggal menelepon saja, alamatnya di mana. Jika ada pelayanan kurang menyenangkan, maka lapor saja langsung,” katanya lagi. Dia menjanjikan sanksi tegas bagi aparatur yang keluar dari mindset program.
Produktivitas beras Pangkep semakin bergairah. Di tahun 2008 produksi beras melonjak lima persen dari tahun sebelumnya. Prestasi ini mengantarkan Syafrudin meraih penghargaan peningkatan produktivitas beras nasional dari Presiden SBY di Jawa Tengah, Juni lalu.
Segudang penghargaan diraih Syafrudin bersama Pemkab Pangkep. Misalnya, Piala Adipura 2007, 2008, dan 2009. Pemerintah Pangkep pun membulatkan tekad untuk meraih Adipura Kencana 2010. Juli lalu, Pangkep mendapatkan penghargaan Satyalencana Pembangunan Koperasi dan UKM 2009 dari presiden.
Ironisnya, IPM Pangkep setiap tahun terus menurun. Data Pangkep dalam angka yang dikeluarkan statistik tahun 2008 menyebutkan, IPM Pangkep berada di urutan 19 pada 2006 dan turun lagi ke urutan 21 dari 23 kabupaten/kota di Sulsel pada 2007. Padahal 2004 dan 2005, IPM Pangkep berada di urutan 15 dan 17.
Menurut Syafrudin, melorotnya IPM karena penilaian dari wilayah kepulauan. “Tapi dimensi ekonomi Pangkep di urutan ketiga. Kita juga berusaha tahun 2010, IPM Pangkep bisa naik ke urutan 17,” janjinya.
Anggota DPRD Pangkep, Andi Benyamin, menegaskan, fungsi pemerintah adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kesejahteraan masyarakat, kata dia, parameternya adalah IPM.
IPM adalah pengukuran perbandingan dari harapan hidup, melek huruf, pendidikan, dan standar hidup untuk semua daerah. IPM digunakan untuk mengklasifikasikan apakah sebuah daerah maju dan berkembang dan untuk mengukur pengaruh dari kebijaksanaan ekonomi terhadap kualitas hidup.
“Jadi melayani berdasarkan kebutuhan masyarakat. Kebutuhan masyarakat ada dua, yakni kebutuhan pokok dan kebutuhan unggulan,” terangnya. Kebutuhan pokok di antaranya, rumah sakit, sekolah, KTP, kartu keluarga. Sedangkan kebutuhan unggulan meliputi pertanian.
“Pertanian bukan cuma tanaman pangan saja, tetapi mencakup perkebunan, perikanan, kehutanan, peternakan. Kalau penghargaan yang diterima bupati, itu cuma dimensi peningkatan beras, sedangkan pertanian ada lima dimensi,” tandas Beny sapaannya.
Beny mengatakan, menurunnya IPM Pangkep akibat penempatan pos anggaran yang kebanyakan tidak menyentuh IPM. “Jadi ada peletakan kebijakan anggaran yang tidak tepat oleh pemerintah. Anggaran terporsir pada pembangunan fisik,” tegasnya.
Dia juga menyebutkan, angka kemiskinan di Pangkep pada 2006 hanya 7 ribu dan menjadi 37 ribu di tahun 2007. Kepala Seksi Neraca Wilayah dan Analisis Statistik BPS Pangkep, IPM dipengaruhi tiga dimensi, yakni pendidikan, kesehatan, dan daya beli masyarakat. Malahan dia mengatakan, data yang dipakai di seluruh dunia ini kurang direspons Pemkab Pangkep dan dianggap kurang valid dan salah dalam pengambilan sampel. “Anggaran yang dikeluarkan kurang berpengaruh terhadap IPM,” terangnya. (*)
Sumber: http://www.fajar.co.id/index.php?option=news&id=66153
