Ketua Badan Musyawarah Perguruan Swasta Sulsel, Drs H Arsalam Patha MSi: Pemerintah Harus Bantu Sekolah Swasta (30 Juni 2009)

Sulsel (Fajar). Hasil Ujian Nasional (UN) memang sudah diumumkan. Banyak sekolah yang tingkat kelulusannya tinggi, sebaliknya banyak pula memprihatinkan. Sekolah dengan label swasta juga demikian. Beberapa di antaranya, baik SMA maupun SMP masih belum bisa memuaskan.

Seperti apa tingkat kelulusan sekolah swasta sehingga sempat diwacanakan menghapus beberapa di antaranya dan apa kendala sekolah-sekolah itu serta bagaimana peran pemerintah mengembangkan sekolah swasta ke depan?

Berikut petikan wawancara wartawan Fajar Amiruddin dengan Ketua Badan Musyawarah Perguruan Swasta Sulsel, Drs H Arsalam Patha MSi di Warkop Phoenam, mal Panakkukang, Senin, 29 Juni.
Bagaimana Anda melihat hasil UN yang sudah diumumkan beberapa waktu lalu?

Selesainya UN, baik SMA maupun SMP memunculkan suatu diskusi-diskusi tentang bagaimana mutu pendidikan di Sulsel. Pro kontra kelihatannya. Masing-masing orang persepsinya berbeda-beda.

Tergantung dari sisi pandang mana mereka menilai dan bagaimana sebenarnya hasil atau indikator untuk pendidikan di Sulsel. Tapi menurut saya selaku Ketua Umum Badan Musyawarah Perguruan Swasta yang secara kebetulan mantan pendidikan nasional kabupaten Luwu, hasil UN baik SMA dan SMP itu sudah cukup menggembirakan. Bahkan sangat menggembirakan.

Sebab secara nasional UN hasilnya di atas 90 persen. SMA sekitar 92 persen lebih sementara SMP 95 persen lebih. Namun memang di satu sisi, secara parsial, ada sekolah yang masih belum menggembirakan dan belum sesuai harapan kita ditinjau dari segi pembinaan selama ini.
Tak hanya sekolah negeri, tapi sekolah swasta juga sudah cukup bagus.

Berbicara soal sekolah swasta, bagaimana tingkat kelulusannya?

Ya, harus diakui bahwa memang ada beberapa sekolah swasta yang jumlah siswanyanya tidak terlalu banyak yang kualitasnya masih di bawah. Jadi yang tingkat kelulusannya agak buruk itu memang ada beberapa sekolah. Tapi muridnya memang tidak seberapa.

Apa sebenarnya penyebab beberapa sekolah swasta tingkat kelulusannya rendah?

Setelah saya pantau, sekolah itu memang dalam pelaksanaannya, khususnya dalam proses belajar mengajar masih perlu ditingkatkan aktivitasnya. Mereka juga masih kekurangan sarana dan prasarana. Kemudian kekurangan tenaga guru dan lingkungannya kurang bagus.

Kalau sekolah swasta yang tingkat kelulusannya bagus itu memang operasionalnya bagus dan pembinaannya bagus. Mereka berjalan secara disiplin, terpadu antara sekolah dan yayasan. Itu sangat menggembirakan.

Contoh misalnya Yayasan Katholik. Umumnya sekolah-sekolah mereka bagus. Baik itu yang ada di Makassar maupun yang di daerah-daerah. Begitu juga sekolah yang cukup terkenal di Sulsel dan bahkan Indonesia, yakni Athirah.

Jadi apa sebenarnya yang mesti dilakukan guna menaikkan mutu pendidikan sekolah swasta?

Jadi tak kalah pentingnya bahwa sekolah-sekolah ini harus dibantu pemerintah. Karena semua sekolah swasta itu, dalam pelaksanaannya itu tidak ada lagi dikotomi menurut aturan. Hanya saja tentu pemerintah belum mampu melihat keseluruhan sekolah swasta yang ada. Beda dengan sekolah negeri yang memang sudah mendapatkan bantuan yang signifikan.

Jika pemerintah memberi bantuan cukup, apakah ada jaminan sekolah swasta bisa berkembang?

Ada beberapa menurut saya yang kalau dibantu pemerintah, termasuk sarana dan prasarana juga mutunya akan bagus. Karena semua sekolah di Sulsel ada prinsip kompetisinya. Ini sejak dulu. Tapi memang tak bisa disangkal bahwa ada sekolah yang sangat lemah dalam berkompetisi. Itu lantaran faktor tadi.

Yayasan tidak mampu melengkapi sarana dan prasarana begitu juga kesejahteraan bagi gurunya. Bicara soal guru, mereka itu butuh energi. Jadi kalau guru mau mengajar dengan baik, berikan dorongan energi dalam hal ini honor yang cukup.

Kalau yayasan tidak mampu, saya pikir sulit. Sebab sekarang ini, tidak ada lagi orang yang mau bekerja secara sukarela. Bukan lagi dunia gratis. Dalam artian mereka harus mendapat imbalan.

Tapi terlepas dari itu, hasil kelulusan SMA termasuk swasta sudah cukup bagus. Dan kalau sekolah swasta ini diberikan bantuan oleh pemerintah, sama dengan negeri, peran mereka juga akan meningkat.

Untuk SMP, secara nasional juga sudah bagus. Tetapi memang secara parsial ada beberapa kabupaten/kota yang perlu bersama-sama dipikirkan, atau diberi support. Sehingga ke depan mereka bisa sama dengan daerah lain.

Sekolah swasta dengan standar kelulusan jelek dari tahun ke tahun diwacanakan ditutup saja. Tanggapan Anda?

Jadi itu sangat keliru. Pendapat itu salah. Sekolah swasta banyak siswanya yang tak lulus bukan berarti sekolah tersebut tidak maju. Hanya saja, bahwa memang sekolah itu perlu didorong lebih maju lagi. Sebab mereka juga punya aset. Hanya karena sekolah swasta itu, jika tidak kuat yayasannya, tidak bisa berkembang dengan baik.

Tapi dengan adanya program pemerintah soal pendidikan gratis, mereka juga punya peluang berkembang. Sebab pada dasarnya tidak ada lagi dikotomi swasta atau negeri. Semua punya kesempatan untuk dibina.

Kedua, sekolah swasta tidak boleh ditutup pemerintah, sebab itu sekolah yang didirikan masyarakat. Yang berhak atau yang punya kewenangan untuk menutupnya adalah masyarakat yang mendirikannya itu.

Kalau itu memang dianggap sudah tidak mampu lagi atau tidak bisa dibina lagi. Dan mereka pasti bisa menyadari itu. Tetapi sekali lagi saya katakan, tidak ada alasan sekolah ditutup kalau masih berjalan baik. Hanya memang butuh bantuan pemerintah.

Menurut Anda peran sekolah swasta dalam pendidikan di Sulsel seperti apa?

Sekolah swasta itu didirikan masyarakat dengan harapan ikut mencerdaskan kehidupan bangsa. Sebab harus diakui bahwa pemerintah masih belum mampu untuk menyelenggarakan seluruh keinginan masyarakat.

Tapi sekali lagi saya katakan bahwa sekolah swasta sangat berpeluang berkembang di Sulsel dengan adanya program pendidikan gratis. Sebab mereka juga memiliki porsi anggaran sehingga akan mampu bersaing.

Terus terang saja penyebab utama sekolah swasta itu dalam istilah mati segan hidup pun tak kuat, itu masalah biaya. Nah, dengan adanya berbagai program pemerintah, sekolah swasta memiliki peluang berbenah dan meningkat.

Ada beberapa persen sekolah swasta yang kualitasnya masih rendah?

Saya mantan kepala seksi sekolah swasta dan saya mantan kepala bidang dikmen provinsi Sulsel. Jadi saya tahu persis persoalan ini. Dulu peringkat terbaik itu selalu diraih sekolah swasta. Ada tiga sekolah swasta yang selalu bersaing di atas negeri, ada namanya SMP Nusantara, SMP Athirah dan SMP Khatolik. Ketiganya berada di atas SMPN 6 dan SMPN yang bagus lainnya.

Artinya bahwa sekolah swasta yang dibina dengan baik akan berkembang dengan baik. Ketiga sekolah swasta di atas dibina baik. Yang minim fasilitas kualitasnya juga tak bisa bagus.

Persentase yang bagus 15 persen. Kualitas menengah 25 persen. Selebihnya memang masih rendah. Tapi semangat pengelolanya tinggi. Sebab nyatanya setiap tahun tetap beroperasi. (amiruddin@fajar.co.id)

Sumber: http://www.fajar.co.id/index.php?option=news&id=62857